Apapun yang membuatmu kecewa dan sedih hari ini, berbahagialah kau masih diberi kesempatan untuk merasakannya. Having human feelings.
YA
Kalau ada yang meremehkan kita, cara ter-elegan untuk membalasnya adalah dengan menjadi sukses. Dampaknya bakal lebih dahsyat loh..
YA
Jangan terlalu banyak mengeluh dan bertumpu pada orang lain. Karena sesungguhnya setiap orang juga sedang berjuang di jalan mereka masing-masing.
YA
Tidak sedikit orang yang terjebak dalam labeling orang lain terhadap dirinya. Just be yourself.
YA
Ga akan ada habisnya kalo kita nurutin apa yang orang lain pengen dari kita. Just be urself and let it be.
YA
Sesungguhnya tidak ada suatu ‘kebetulan’, karena semuanya sudah digariskan oleh Allah swt.
YA
(via skycloudsky)
Apa yang kita butuhkan sekarang hanyalah duduk bersama, utarakan semua yang ada dalam hati dan pikiran masing-masing, mulai berbicara dari hati ke hati, dan semua akan segera sampai pada titik terang. Hanya itu.
Edisi Gombal #4
- Question: Tau gak bedanya kamu sama sungai nil?
- Answer 1: Kalo sungai nil mengalir deras di Mesir, kalo kamu mengalir terus di pikiranku | @imammukti
- Answer 2: Kalo sungai nil hanya mengaliri Mesir, kalo kamu mengaliri relung jiwaku | @herdikamartin
- Answer 3: Kalo sungai nil sumber kehidupan Mesir, kalo kamu sumber semangat buat aku | @yutiarlan
You see, Islam is the only religion that gives both husband and wife a true understanding of what love is. The Western “love” concept, you take it apart, it really is lust. But love transcends just the physical. Love is disposition, behaviour, attitude, thoughts, likes, dislikes - these things make a beautiful woman, a beautiful wife. This is the beauty that never fades. You find in your Western civilisation that when a man’s wife’s physical beauty fails, she loses her attraction. But Islam teaches us to look into the woman, and teaches her to look into us.
Malcolm X (The Autobiography of Malcolm X)
(via skycloudsky)
Source: catastrophik
Page 1 of 14
